Diabetes Melitus: Penyakit Gula yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Mengenal Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula dalam darah meningkat melebihi batas normal. Kondisi ini muncul akibat gangguan pada hormon insulin yang berfungsi mengatur gula darah. Diabetes sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, sehingga banyak penderitanya baru menyadari setelah terjadi komplikasi.
Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis adalah kondisi kronis di mana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efektif, menyebabkan glukosa tidak masuk ke sel untuk energi, yang dapat merusak saraf, mata, ginjal, dan organ lain jika tidak dikelola, dengan gejala umum sering haus, sering kencing, lapar berlebih, dan penurunan berat badan tanpa sebab.
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang diakibatkan terganggunya proses metabolisme glukosa di dalam tubuh yang disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dengan karakteristik hiperglikemia (American Diabetes Association, 2023).
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif, akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah atau hiperglikemia (PUSDATIN Kemenkes RI, 2019). Menurut Smeltzer & Bare (2019), diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat.
Menurut Black & Hawks (2014), DM adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, berpengaruh ke hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa DM adalah penyakit metabolik ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat lemak dan protein sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah yaitu gula darah sewaktu melebihi 200 mg/dl dan gula darah puasa melebihi 126 mg/dl.
Mengapa Diabetes Melitus Semakin Meningkat?
Gaya hidup modern yang kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta stres berkepanjangan menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes melitus. Selain itu, faktor keturunan dan usia juga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit ini.
Jenis-Jenis Diabetes Melitus
Secara umum, diabetes melitus terbagi menjadi
a) DM tipe I
Pada diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel beta pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Kelainan ini terjadi karena kerusakan sistem imunitas yang merusak sel-sel pulau Langerhans di pankreas yang kemudian berdampak pada penurunan insulin.
b) DM tipe II
Tipe diabetes ini disebabkan oleh kegagalan relatif sel beta oleh jaringan perifer untuk menghambat produksi glukosa oleh hati.
c) DM tipe lain
Merupakan DM yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom tertentu hiperglikemik terjadi karena penyakit lain yaitu penyakit pankreas, hormonal, obat atau bahan kimia, endokrinopati, kelainan reseptor insulin, sindroma genetik tertentu.
d) DM Gestasional
Pada tipe diabetes ini biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga pada kehamilan. Disebabkan oleh hormon yang disekresikan plasenta dan menghambat kerja insulin. dan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa.
Tanda dan Gejala yang Perlu Diperhatikan
Gejala diabetes melitus sering kali ringan dan tidak disadari. Beberapa tanda yang umum muncul meliputi:
-
Sering merasa haus dan lapar
-
Sering buang air kecil
-
Mudah lelah
-
Penurunan berat badan tanpa sebab
-
Luka sulit sembuh
Pemeriksaan gula darah secara rutin menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Bahaya dan Komplikasi Diabetes Melitus
Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:
-
Penyakit jantung dan stroke
-
Gangguan ginjal
-
Kerusakan saraf
-
Gangguan penglihatan
-
Infeksi dan luka kronis
Komplikasi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko kematian.
Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus
.jpg)
Diabetes melitus dapat dicegah dan dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:
-
Mengatur pola makan bergizi seimbang
-
Membatasi konsumsi gula dan makanan olahan
-
Berolahraga secara teratur
-
Menjaga berat badan ideal
-
Mengelola stres dan cukup istirahat
Bagi penderita diabetes, kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol kesehatan rutin sangat diperlukan.
Kesimpulan
Diabetes melitus bukan sekadar penyakit gula, melainkan penyakit kronis yang memerlukan perhatian dan pengelolaan jangka panjang. Dengan kesadaran, edukasi, dan perubahan gaya hidup sehat, diabetes dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat menjalani hidup secara produktif dan berkualitas.



Komentar
Posting Komentar